Musik Era ’90-an dengan Musik Zaman Sekarang 

Musik yang dimana sudah menjadi bagian yang tentunya tidak akan bisa dipisahkan dalam sebuah kehidupan. Selain musik yang bisa meningkatkan mood dan juga menggambarkan sebuah suasana, musik yang menjadi salah satu cara yang digunakan untuk meluapkan rasa. Dalam hal ini akan coba dibandingkan sebuah perkembangan musik yang ada di era ’90-an dengan musik yang ada pada masa kini. Di era ’90-an, musik pop, jazz, rock, rap, hingga hip hop yang menjadi genre musik yang turut meramaikan industri hiburan Tanah Air.

Salah satu dari band yang berjaya pada era tersebut yaitu adalah Naif. Meski album pertama mereka, yang berjudul ‘Naif’ diluncurkan tahun 1998 dan pada saat itu sudah mendekati era 2000, musik persembahan David Bayu cs saat itu masih menjadi salah satu musik favorit para penikmat musik pada saat itu. Beberapa lagu yang  dimana pada era tersebut menjadi jagoan dari albumnya tersebut yaitu adalah situs daftar joker123 ‘Mobil Balap,’ ‘Piknik ‘72,’ dan juga ‘Benci Libur.’ Lirik lagu-lagunya yang sangat sederhana dan juga musiknya yang easy listening tentunya hal ini yang akan memudahkan Naif untuk dapat menyentuh hati para pecinta musik.

Musik Era ’90-an dengan Musik Zaman Sekarang

Lalu kemudian hadir Sheila on 7. Band yang dimana pada saat itu digawangi Duta, Eros, Sakti, Anton, Brian, dan juga Adam yang kemudian menelurkan lagu-lagu yang mampu membuat orang-orang bernyanyi. Contohnya beberapa lagu yang terkenal kala itu adalah ‘Kita’, ‘J.A.P’, ‘Anugrah Terindah Yang Pernah Ku Miliki’, dan  juga ‘Dan’, lagu-lagu yang berasal dari album pertama mereka yang dimana pada saat itu dirilis pada tahun 1999. Lalu, melly goeslaw, Anto Hoed, Aksan Sjuman, Nikita Dompas, dan juga adalah Merry Kasiman yang dimana tergabung dalam sebuah band bernama Potret.

Dengan Melly Goeslaw yang dimana pada saat itu selaku vokalis dan juga penulis lagu. Potret juga banyak meluncurkan sebuah single seperti ‘Salah’, ‘Mak Comblang’, ‘Mungkin’, ‘Posesif’, hingga juga ‘Bunda’ yang dimana juga menjadi salah satu yang hal yang dimana sukses membuat banyak orang nanti juga terharu. Dari sisi rock, Edane dan juga Boomerang yang dimana adalah jawara yang ada di era ’90-an. Dari sisi rock yang dimana pada saat itu agak nge-pop, ada GIGI yang dibentuk pertama kali oleh sang vokalis Armand Maulana dan dan juga Dewa Budjana, yang dimana pada saat itu sang gitaris, dan juga ADA Band.

Sekarang, dimana industri musik Indonesia yang dimana tengah diramaikan oleh kehadiran band-band indie. Meski semuanya berada di jalur indie, pamor band-band ini yang dimana juga tak kalah dengan para pendahulunya. Payung Teduh dan juga Barasuara adalah beberapa contoh dari band ini yang ada sekarang ini. Payung Teduh yang dimana terbentuk pada tahun 2007. Namun, album pertama mereka yang dimana di rilis tahun 2012, yakni ‘Dunia Batas’. Album tersebut yang berisikan tentang lagu bernuansa folk, jazz, dan juga lagu keroncong, beberapa di antaranya  yaitu adalah ‘Berdua Saja’, ‘Menuju Senja’, ‘Untuk Perempuan yang Sedang di Pelukan’, ‘Angin dan Pujaan Hujan. Nama Payung Teduh pun yang sukses meroket di kalangan-kalangan tertentu.

Band Zaman Sekarang

Saat ini, Payung Teduh yang dimana sudah dikenal oleh khalayak luas, tentunya dengan lagu mereka ‘Akad’. Lalu, Barasuara yang merupakan Band bentukan Iga Massardi meluncurkan sebuah album pertama mereka yang ada di tahun 2015, yakni adalah ‘Taifun’. Album tersebut yang dimana kemudian berhasil merebut atensi para penikmat musik karena selain album tersebut mengusung indie rock, liriknya juga mendalami semua kehidupan manusia dengan sangat realistis. Di sisi lain, ada juga grup musik HiVi! yang menghadirkan nuansa pop lewat lagu-lagunya yang mengalun seperti ‘Siapkah Kau ‘Tuk Jatuh Cinta Lagi’, ‘Mata ke Hati’, dan juga ‘Orang Ke-3’.

Untuk nama-nama besar lainnya, Noah masih yang juga eksis hingga kini. Musik mereka yang dimana juga bisa mengusung melodi dan juga lirik yang tidak biasa, dimana hal tersebut menjadi sebuah daya tarik utama. Selain Noah, band-band lainnya seperti halnya band D’Masiv, Last Child, dan juga Ungu yang pada saat itu masih eksis dan didengarkan oleh banyak orang. Nidji yang misalnya, meski band ini yang dahulu mengusung musik electronic. Pada saat ini band ini sendiri yang dimana masih vakum karena sang vokalis, Giring yang sekarang ini terjun ke dunia politik, dengan membentuk sebuah band baru yang ada dengan nama Nidji.

Jadi, band zaman old seperti Kahitna yang tentunya masih mendapatkan sebuah tempat di hati masyarakat hingga pada saat ini. Di era ’90-an, musik yang hadir lebih banyak yang mengusung aliran rock. Meski lagu-lagunya yang menghadirkan lirik yang sedih seperti halnya tentang putus cinta dan juga lain-lain, musik di era tersebut yang dimana kemudian diaransemen sedemikian rupa agar nantinya lebih ceria.

Grup vokal

Masih ingat dengan grup musik Warna? Grup vokal yang dimana terbentuk pada tahun 1994 ini adalah sebuah grup musik yang dimana beraliran RnB. Beranggotakan dengan Sarwana, Steven, Victoria, dan Ira Pangesti. Warna telah memproduksi lima album hingga pada tahun 2009. Lagu andalan mereka yaitu ‘Rindu Ini’.

Lalu, AB Three yang dimana sekarang berganti nama B3. Jika di Amerika Serikat sendiri mempunyai Destiny’s Child yang dimana beranggotakan Beyoncé, Kelly Rowland, dan juga Michelle Williams, Indonesia punya yang dimana mempunyai Riafinola Ifani Sari, Widi Mulia Sunarya, dan juga Lusy Rahmawati yang tergabung dalam AB Three. Kini, posisi Lusy  yang kemudian digantikan oleh Cynthia Lamusu.

Tak hanya itu, ada juga grup hip hop Neo yang dimana terkenal lewat lagu ‘Borju’ dan juga Sweet Martabak lewat lagu ‘Cewek Matre’ dan juga ‘Tididit’. Sekarang ini yang dimana banyak grup musik yang mengusung sebuah aliran pop dengan vokal yang powerfull. Masing-masing personel yang dimana memiliki suara yang berkarakter nantinya membuat nama GAC yang mudah diingat oleh penikmat musik yang ada di Tanah Air. Bisa dibilang, grup vokal yang ada pada zaman now yang dimana tidak sebanyak dulu. Alih-alih membentuk grup vokal, musisi masa kini yang dimana lebih memilih untuk bersolo karier.

Penyanyi Wanita

Sebut saja seperti Krisdayanti, Tiiti DJ, dan juga Ruth Sahanaya. Selain itu, ada juga seperti lady rocker Nicky Astria dengan single andalannya pada saat itu ‘Uang’, ‘Panggung Sandiwara’, dan  juga ‘Jangan Ada Angkara’. Lalu, ada juga  Anggun C Sasmi lewat album ‘Snow on the Sahara’ yang dirinya rilis tahun 1997. Dan tentunya  jangan lupakan mendiang Nike Ardilla lewat lagu andalannya ‘Mama Aku Ingin Pulang’.

Sekarang musik yang di ramaikan Raisa Andriana dan juga Isyana Sarasvati adalah diva di zaman sekarang ini. Karakter vokal keduanya dan menggunakan musik yang dimana dihadirkan membuat banyak orang yang terkesima. Setelah itu Raisa dan juga Isyana berkolaborasi lewat lagu seperti ‘Anganku Anganmu’, nama mereka yang semakin melambung dan juga melahirkan banyak dari penggemar baru.

Demikian itulah perbedaan yang ada dari lagu tahun 90an dan juga lagu-lagu yang ada di jaman sekarang. Dimana selera musik berkembang sesuai dengan zaman, dan selera penikmat musik juga dipengaruhi. 

Efek Mendengarkan Musik Klasik untuk Manusia

Musik yang dimana pastinya selalu menjadi sebuah bagian dari kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan. Dalam sehari, tentunya beberapa dari kita yang pastinya akan lebih memilih untuk mendengarkan musik. Tetapi, tiap orang yang dimana pastikan akan memiliki sebuah selera musik yang sangat berbeda. Untuk sebuah keseharian kebanyakan orang yang pastinya akan mendengarkan lagu pop dan juga lagu yang membuat energik. Musik klasik yang dimana menjadi salah satu dari jenis musik yang dimana biasanya akan didengarkan oleh para ibu. Musik klasik yang biasanya akan digunakan untuk bayinya. Namun, tidak semua orang yang dimana menyukai genre musik klasik ini.

Efek Mendengarkan Musik Klasik untuk Manusia

Padahal ternyata musik klasik ini yang dimana pastinya akan memiliki sebuah manfaat yang sangat baik terhadap kehidupan manusia. Musik klasik yang sudah ada dan didengarkan sejak lama, musik klasik juga menjadi musik yang dahulu di dengarkan kalangan atas atau kalangan bangsawan. Musik klasik yang kemudian menjadi semakin berkembang seiring dengan berkembangnya waktu. Musik klasik yang dimana merupakan sebuah jenis-jenis musik yang memiliki nilai seni yang sangat tinggi. Musik klasik  yang telah ada sejak lama dengan susunan not dan juga nada yang sangat indah serta tidak menciptakan sebuah rasa bosan bagi siapa saja pendengarnya.

Kerap disebut juga sebagai sebuah musik sepanjang masa karena jenis musiknya yang dimana masih relevan dan juga masih bisa dinikmati hingga kini. Walaupun dengan perkembangan musik klasik yang sudah ada yaitu sejak tahun 1700-an. Contoh musik klasik seperti musik dengan karya Mozart yaitu sebuah Symphony No.40,, Piano Concerto No.21 dan juga masih banyak lagi. Dalam artikel ini akan dibahas keunggulan dari musik klasik yang tentunya belum banyak diketahui.

 

Membuatmu lebih tenang

 

Dengan mendengarkan sebuah musik klasik, dimana nantinya anda akan lebih tenang. Seperti halnya tekanan darah anda yang akan menjadi lebih rendah, dan anda yang akan lebih santai. Menurut Reader’s Digest, musik klasik yang dimana menjadi musik yang akan dapat membantu jantung untuk dapat bekerja lebih tenang, dan juga dapat menjadi sebuah musik yang bisa digunakan memulihkan stres pada tubuh kita. Selain itu, musik yang dapat membantu beberapa orang untuk mengurangi sebuah rasa gelisah. Karena dengan mendengarkan sebuah musik klasik yang dimana tentunya menjadi salah satu hal yang akan dapat menurunkan kadar darah di tubuh.

Ada sebuah penelitian yang dimana mengatakan, pasien yang mendengarkan musik klasik baik yang sebelum atau sesudah operasi biasanya akan lebih tenang. Melansir dari website yourstory.com, jantung yang dimana memiliki sebuah kaitan dengan suara dan juga musik. Jantung yang nantinya akan dapat merespons  sebuah frekuensi, tempo dan juga tentang kerasnya musik tersebut. Jika ketukan musik yang pelan, maka jantung yang nantinya akan berdetak pelan juga. Sama halnya juga dengan tempo napas.

Bertambahnya kemampuan otak

 

Tak hanya otak yang akan menjadi lebih tenang, kemampuan otak pun yang nantinya akan meningkat. Sebuah studi yang ada di dalam tahun 2001 yang dimana mengatakan seseorang yang nantinya akan mendengarkan Mozart yaitu selama 10 menit, yang diketahui nantinya  akan mengalami peningkatan nilai IQ mereka. Hal tersebut yang dimana disebabkan bahwa adanya sebuah peningkatan pemahaman kognitif.

Selain dengan meningkatnya sebuah pemahaman, dapat juga digunakan untuk dapat mempertajam memori otak. Sebuah studi yang dimana menyebutkan Learning and Individual Differences yang melakukan sebuah penelitian terhadap grup siswa dalam kelas. Dimana penelitian ini dilakukan dengan salah satunya yang mendengarkan musik klasik. Hasil studi yang dimana  menunjukkan bahwa grup yang berhasil mendengar musik klasik yang dimana mendapatkan nilai yang lebih tinggi. Jadi, hasil tersebut yang dimana membuktikan bahwa belajar dengan mendengarkan musik klasik yang tentunya menjadi salah satu cara yang digunakan untuk membantu menajamkan ingatan.

Membuat lebih emosional dan terbuka

 

Studi oleh Universitas Southern Methodist yang dimana dalam hal ini musik klasik yang dapat berguna untuk membuat manusia lebih emosional. Mengadakan sebuah penelitian pada orang dengan meminta menulis yang dimana cerita spesifik dalam kehidupannya. Penelitian yang dimana menunjukkan bahwa subjek peneliti yang mendengarkan sebuah musik klasik pada saat bercerita, yang dimana nantinya akan lebih terbawa emosi dan juga terbuka. Berbeda dengan yang tidak mendengarkan musik klasik. Melansir dari Reader’s Digest, dengan memiliki sebuah rasa emosional yang terjaga dan juga terbuka, yang dimana tentunya akan dapat membuat manusia mengontrol emosinya yang ada dalam segala aspek.

Tidur lebih nyenyak

Ternyata musik Klasik yang juga memiliki sebuah keunggulan untuk tidur yang lebih nyenyak. Tahun 2006, sebuah studi yang dimana menunjukkan bahwa murid yang dimana punya sebuah masalah untuk tidur, tentunya dengan musik klasik bisa di atasi. Mereka yang akan lebih cepat tertidur ketika mendengarkan musik klasik, dari pada mereka yang tidak mendengarkannya. Hal ini tentunya menjadi salah satu hal yang akan disebabkan oleh lantunan melodi. Lantunan melodi tersebut yang dimana mempunyai sebuah ketukan yang diketahui sangat sederhana. Musik klasik yang dimana juga menjadi musik yang memiliki sebuah kualitas yang efektif untuk dapat meningkatkan sebuah kualitas tidur manusia.  

Bisa lebih produktif

Musik klasik pun yang dimana dapat membuat manusia menjadi lebih produktif lagi. Hasil penelitian ini yang menunjukkan bahwa mendengarkan musik klasik, yang dimana tentunya akan dapat meningkatkan sebuah akurasi, produktivitas, dan juga sebuah kepuasan kerja. Jadi, ketika sambil bekerja, anda yang dimana bisa mendengarkan musik klasik juga.

Mengurangi rasa sakit

Efek satu ini yang dimana punya sebuah hubungan dengan poin pertama. Lalu, rasa sakit yang dimaksud adalah sebuah rasa sakit dengan makna yang berbeda-beda. Seperti saat anda yang mendengarkan musik pada saat sakit hati, setelah itu anda yang dimana nantinya akan merasa lebih tenang. Tak hanya itu, orang yang sedang sakit pun yang dimana nantinya akan dapat berkurang rasa sakitnya.

Penelitian yang dilakukan pada saat tahun 2006 yang dimana menemukan bahwa sekelompok pasien sakit kronik yang dimana mengaku berkurang rasa sakitnya, setelah mereka yang mendengarkan musik. Tak hanya itu, bahkan mereka yang juga mendapatkan sebuah energi untuk lebih semangat.

Membuat hubungan lebih dekat

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 yang dimana sudah dirilis di Aging Mental Health, musik klasik yang juga bisa menjadi alat antar manusia yang memiliki koneksi satu dengan yang lainnya. Contohnya, keluarga yang dimana akan memiliki kemampuan untuk bermusik, yang dapat mendekatkan diri satu sama lain dengan cara bermusik. Bahkan, jika anda yang punya kemampuan bermain piano, jika anda mulai bermain satu musik dengan piano maka semuanya akan ikut.

Itulah beberapa manfaat dari musik klasik, dimana ternyata musik klasik adalah sebuah musik yang memiliki banyak manfaat. Manfaat yang diberikan tidak hanya bagi tubuh namun juga bagi kesehatan mental, mulai sekarang cobalah untuk mendengarkan musik klasik. Terimakasih.

Musik Metal, Dianggap Baik Atau Buruk

Musik Metal, Dianggap Baik Atau Buruk

Dunia mengenal berbagai jenis musik, dan perkembangan musik ini populer hingga ke seluruh dunia. Berbagai jenis musik diketahui memberi banyak manfaat bagi manusia. Musik baik itu yang hanya berbentuk instrumen maupun beserta lirik yang dinyanyikan juga berhasil menarik minat banyak masyarakatnya. Hingga untuk mempermudah pembagiannya, perkembangan musik dibedakan menjadi beberapa jenis. Pembagian ini dilakukan berdasarkan kriteria yang sama dari musik tersebut maupun kemiripan satu sama lainnya.

Salah satu musik yang dikenal dunia disebut dengan nama musik metal. Dibanding dengan aliran musik lainnya, musik metal memiliki alunan nada yang paling keras. Susunan lagu dengan hentakan irama alat musik yang bertubi-tubi, suara melodi melengking yang dapat memekakkan telinga hingga agak mengganggu bagi sebagian orang, dan tak lupa disertai dengan suara melengking dari vokalisnya. Penampilan dari para musisinya pun cenderung dalam nuansa warna hitam. Dimana hal ini sering turut diikuti oleh para penggemarnya. Mulai dari pemakaian kostum yang dikenakan, hingga ke make up dan atribut yang menghiasi dekorasi di panggung.

Dalam perkembangannya, akibat dari beberapa hal menimbulkan aliran musik metal ini dianggap tidak seperti aliran musik lainnya. Nuansa dan penampilan yang disajikan sering disebut memberi kesan negatif, sehingga ditanggapi secara buruk oleh banyak kalangan. Akibatnya jenis musik ini banyak dipertanyakan akan manfaat dari kehadirannya dalam kancah permusikan. Jika lagu lain berhasil memberi dampak baik bagi para penggemarnya, bagaimana dengan musik metal?

 

Musik Keras yang Dikenal Dengan Istilah Musik Cadas

Berbagai media menyebutkan aliran musik ini dengan nama musik cadas. Musik jenis ini memiliki karakteristik yang telah dipopulerkan oleh berbagai artisnya sejak tahun ’60-an, seperti:

  • Memiliki suara musik yang keras, berdistorsi dan berat
  • Lirik yang dinyanyikan seringkali emosional mengenai tema kemarahan, kecemasan, kekecewaan, rasa depresi, merasa asing dan terisolasi dari kehidupan sosial, hingga kesepian. Tidak jarang juga musik metal disampaikan dalam bentuk respon dari kehidupan para pemusiknya.
  • Menggunakan alat musik dalam format seperti gitar, bass, drum disertai vokalis yang aransemen lagunya cenderung agresif
  • Lirik yang dinyanyikan akan cenderung sulit ditangkap karena sering menggunakan berbagai teknik bernyanyi yang tidak seperti nyanyian biasa. Contohnya seperti screaming (berteriak secara melengking) atau growl (menimbulkan suara berat seperti menggeram)

Dengan karakteristik macam ini, bukan berarti musik metal ini tidak memiliki penggemarnya. Hal ini bisa dibuktikan dengan peningkatan para band metal yang ada di seluruh dunia yang terus bertambah. Dan tak lupa juga jumlah para penggemarnya terus melonjak naik. beraneka macam kreasi dari lagu dan video clip yang dihasilkan juga terus meningkat.

 

Musik Metal dan anak muda

Banyak anak muda menjadi kelompok yang gemar untuk mendengar akan jenis musik ini. Namun tentunya tidak semua anak muda menyukai musik jenis ini. Biasanya para orang tua akan sering merasa terganggu hingga kuatir akan minat anaknya ini, yang ditakutkan dapat merusak mental, pikiran dan perasaan dari anak tersebut. Padahal musik metal ini tidak selalu memberi dampak yang negatif. Dalam kenyataannya pun banyak memberi manfaat bagi hidup para penikmatnya.

Sebuah studi yang pernah dilakukan di Australia menyatakan tindakan mendengarkan musik ekstrem dapat memberi dampak yang menenangkan bagi pendengarnya. Bahkan hingga membantu orang tersebut untuk dapat memproses perasaannya secara sehat. 39 partisipan dalam suatu penelitian yang berusia 18-34 tahun diperdengarkan dengan aliran musik ekstrem ini, dan kemudian dipertemukan dalam sebuah sesi wawancara akan perasaan marah mereka seputar hubungan dengan lingkungannya, pekerjaan atau studi, masalah keluarga, sampai seputar finansial. Mereka kemudian dibagi menjadi dua grup, dimana grup pertama mendengarkan musik berjenis metal yang disukainya selama 10 menit. Sementara grup lainnya ditempatkan hening tanpa musik apapun yang bisa didengarnya. Studi menunjukkan bahwa musik metal sama sekali tidak membuat partisipan di grup pertama untuk menjadi emosi. Musik metal justru memberi mereka perasaan yang lebih baik dan membantu dalam memproses emosi secara sehat.

Pilihan musik yang didengar juga sangat berkaitan dengan kondisi perasaan yang sedang dialami. Saat sedang senang pastinya lagu yang akan didengar juga bertemakan nada-nada yang riang, dan tidak mungkin seputar kesedihan. Hal yang sama berlaku sebaliknya. Pada jenis orang-orang yang sedang marah, mereka akan cenderung mencari jenis musik yang lebih menonjolkan akan lagu yang sesuai dengan perasaan kacau yang sedang dialami. Dalam hal ini contohnya seperti lagu metal yang penuh keberisikan. Maka dari itu musik berperan membantu masyarakat dalam menyalurkan perasaan yang sedang dialami. Musik juga berfungsi dalam meredam perasaan yang buruk saat dalam kondisi yang kurang baik. Kecocokan ini akan memberi perasaan tidak sendirian yang cukup menyenangkan.

 

Dampak Negatif Dari Musik Metal

Aktivitas Head Bang

Musik metal dapat diterima manfaat positifnya dalam mental pendengarnya. Namun musik ini ternyata masih memiliki dampak negatif bagi kondisi fisik dari pendengarnya. Kondisi mental dari pendengarnya juga dapat menjadi lebih buruk saat terlalu larut akan kekecewaan atau kekesalan seperti yang diwujudkan dalam lagu hingga memberi dampak yang sangat buruk.

Salah satu manfaat buruk dalam kondisi fisik sangat sering dialami yaitu pada bagian tubuh bagian atas, yang lebih tepatnya pada leher. Ada suatu kebiasaan yang sering dilakukan oleh baik itu para pemusik dari aliran ini, hingga para penggemarnya saat sedang membawakan musik. Irama dari lagu yang ditampilkan sering cocok dengan gerakan kepala yang seperti mengangguk-angguk. Bahkan dalam situasi saat irama yang dibawakan lebih cepat dan intens lagi, gerakan yang dikenal dengan nama head bang itu dapat mencederai leher maupun kepala. Bahkan dalam kondisi ekstremnya, head bang yang dilakukan secara sangat intens dapat menimbulkan stroke dan cedera otak traumatis.

Irama yang cepat ditambah dengan tajamnya derajat pergerakan kepala tersebut dapat menimbulkan pusing, sakit kepala, hingga bagian paling parahnya menimbulkan cidera. Maka dari itu dibuatlah peraturan bagi para pemusiknya, dimana mereka harus mencantumkan informasi berupa ‘peringatan head bang’ di bagian cover albumnya apabila lagu yang dirancang dapat memberi keinginan bagi peminatnya saat mendengarkan lagu tersebut. 

Maka dari itu para pakar selalu menyarankan untuk orang-orang yang menyukai jenis musik ini maupun para pemusiknya untuk selalu memperhatikan kesehatan fisiknya saat mendengar jenis musik ini. Pastikan untuk mengontrol suara volume dari lagu yang diputar agar tidak merusak pendengaran atau mengganggu lingkungan sekitar.

Dampak positif musik metal untuk kesehatan mental

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, bahwa musik jenis ini dapat memberi inspirasi kepada para pendengarnya untuk dapat menikmati musik ini. Musik cadas ini juga sering menyalurkan rasa sedih maupun kecewa yang sedang dialami. Hingga membuat perasaan menjadi lebih baik. Jenis musik ini berperan secara tidak langsung sebagai sarana untuk ‘curhat’ dan merasa memiliki nasib yang sama diantara penyanyinya dengan orang yang mendengarkan lagu tersebut. Sehingga rasa penerimaan ini memberi dampak positif bagi si pendengar. Jadi meskipun jenis musik ini memberi tampilan dari luar sebagai suatu hal yang mengerikan, banyak juga manfaat yang bisa dirasakan orang yang mendengarnya dari dalam. Aneka orang yang datang ke pertunjukkan konser sebuah band metal juga tak jarang menemukan penggemar aliran musik tersebut bersikap terbuka dan saling menerima. Bagaimana kamu tertarikkah untuk mencoba mendengar jenis musik ini atau bahkan mampir ke konser band metal?