Mengapa Konsep pada Musik Genre Sudah tidak Relevan lagi?

Sejak pada peradaban manusia kuno, tepatnya pada zaman paleolitikum, manusia yang ada pada zaman itu telah menemukan sebuah alat musik pukul yang berupa batu dan juga stik kayu yang berfungsi untuk sebagai alat musik dalam upacara keagamaan yang mereka percayai. Alat musik yang mereka miliki tersebut digambarkan sebagai representasi pada hewan dalam kepercayaan yaitu Animisme. Dari yang mulanya alat musik itu digunakan sebagai upacara keagamaan yang ada di zaman itu, musik juga kerap menjadi sebuah adat istiadat seperti pada yang terjadi dalam suku inca yang menggunakan seruling (flute) dalam budaya yang mereka miliki sebagai perayaan pada saat hari raya tertentu ataupun pada ucapan selamat datang bagi para pendatang yang datang ke tempat mereka. 

Musik ini semakin menjadi kian kompleks yang dimana penemuan pada alat-alat musik yang terbaru seperti piano, drum, dan gitar elektrik yang menjamuri musik yang sudah modern yang diasimilasikan dengan kondisi sosial budaya pada masyarakat pada periode yang terkait telah menghasilkan sebuah genre-genre yang saat ini sudah dikenal. Seperti yang ada pada budaya ras African dan American di Amerika Serikat telah menghasilkan genre-genre seperti genre Jazz, Rhythm and Blues, Soul, dan juga genre Hip-Hop sedangkan para penduduk kaukasia yang ada di amerika yang memiliki budaya konservatif yang sangat kuat dan mereka juga menghasilkan genre seperti Country dan Folk. Genre mpo slot terpercaya tersebut awalnya sangat memegang peranan yang sangat penting dalam mengklasifikasikan masyarakat dalam beberapa konsumen yang ada. Namun pada saat ini, para musisi kontemporer yang ada seringkali melakukan amalgamasi dan juga uji coba terhadap genre-genre tersebut dalam satu lagu dijadikan bersama sehingga relevansi dari eksistensi yang ada pada genre menjadi sebuah tanda tanya dalam musik modern yang ada sekarang ini.  

 

Awal Mula Pada Perkembangan Genre yang ada di Musik

Musik yang ada sekarang menjadi sangat terinternalisasi sehingga pada tiap kategorisasi yang ada di musik berdasarkan pada genre memiliki kepribadian yang sangat berbeda-beda. Pada mulanya, musik ini mulai didominasi oleh ketukan yang ada pada alat perkusi sebagai adanya upacara ritual keagamaan sebagai representasi pada hewan. Hal tersebut sekarang sudah berubah setelah ditemukannya alat musik yang ditiup dan juga yang digesek yang ditemukan di Eropa yang menandakan bahwa terciptanya sebuah melodi dalam dunia musik. Perkembangan yang ada pada melodi dalam musik pada akhirnya mulai terus berkembang, yang mulanya musik itu hanya dijadikan sebuah upacara keagamaan mulai hal itu mulai bergeser pada hiburan masyarakat seperti pada penggunaannya sebagai pentas seni opera pada zaman romawi kuno. Para ilmuwan dari yunani kuno telah memformulasikan sebuah teori tangga nada melodi pada musik dan dalam hal tersebut menunjukkan bahwa adanya perkembangan awal eksistensi teori musik yang hingga saat ini masih terpakai hingga. Musik dari zaman ke zaman semakin berkembang ketika alat musik yang digesek telah ditemukan di India. Penemuan pada alat musik yang digesek tersebut bersama dengan globalisasi mengembangkan sebuah teori musik ke tingkat yang lebih lanjut lagi yang dimana lagu akan ditulis berdasarkan notasi dan juga pada penggunaan media kertas sebagai penyebaran musik yang ada pada era tersebut. Media pada kertas yang diisi dengan notasi musik tersebut kemudian akan digunakan oleh para musisi sebagai penyaluran idealisme bermusiknya yang mereka miliki, dan ada beberapa gaya pun yang sekarang mulai muncul pada zaman pasca Renaissance. Seperti kehadiran internet pada akhir abad ke-20, abad ini yang menjadi sebuah kanvas bagi para seniman untuk mereka yang ingin berkarya tanpa adanya sebuah batasan yang tertentu dan yang bersifat lebih ter demokratisasi dan juga sistematis. Hal tersebut yang kemudian mulai berkembang dengan penggunaan chord yang masih masif serta ada penemuan pada alat musik yang dipetik dan juga yang ditekan (piano) menjadi sebuah permulaan dalam zaman musik klasik atau juga zaman romantik. Di sinilah mulai berkembang para komposer klasik yang hingga sekarang masih dikenal seperti Mozart, Beethoven, Bach, Liszt, Chopin, dsb.

 

Korelasi Genre dan juga Kepribadian Para Pelaku Musik

Perkembangan yang ada pada genre musik dalam dunia musik tidak hanya dalam mengkategorisasikan sifat dalam musik tersebut namun juga telah menjadi sebuah identitas pada diri bagi para pendengarnya. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa ada terdapat sebuah korelasi yang sangat cukup signifikan antara kepribadian yang ada pada sifat manusia dengan pilihan genre yang mereka pilih. Kepribadian manusia yang terbuka pada pengalaman akan lebih memilih untuk mendengarkan musik jazz dan juga musik klasik. Sedangkan untuk orang yang memiliki sifat untuk selalu mengerjakan berbagai tugas dan bersifat untuk berbuat baik (conscientiousness) cenderung akan menjauhi musik yang bersifat sangat intens dan juga bertempo cepat seperti pada musik metal dan juga musik rock. Pribadi yang dimiliki oleh seorang extrovert dan juga energetik kemudian mulai dihubungkan untuk memiliki preferensi terhadap musik yang bersifat upbeat seperti pada genre musik pop, rap, hip-hop,  dan juga electronic dance music. Kemudian pribadi yang dimiliki seseorang yang neurotik dan juga emosional cenderung akan mendengarkan musik-musik yang intens dan juga bertempo cepat seperti pada musik rock, punk, dan metal.

Kategorisasi pada genre musik tersebut pada akhirnya tidak hanya mencerminkan sebuah kepribadian dari para pendengar nya saja melainkan juga dari kepribadian para musisi tersebut. Musisi yang ada juga akan turut merespons para pendengar mereka dengan kepribadian yang sesuai juga sehingga hal ini dapat meningkatkan sebuah hubungan yang sentimental mereka dengan para fans atau para pendengar yang setia. Seperti pada musisi yang beraliran musik rock dan juga musik metal mereka ini akan bersifat lebih keras dan neurotik pada saat mereka mulai menampilkan musiknya hingga tidak jarang mereka akan mengeluarkan kata-kata yang bersifat sangat kasar secara konsensus umum ketika sedang mereka ini mengadakan konser. Musisi yang dengan aliran rap dan juga hip-hop, karena pada sejarahnya musik ini dimulai dari budaya orang kulit hitam maka gaya yang ada pada kehidupan yang akan mereka anut tentunya tidak akan jauh menyimpang dari budaya orang yang kulit hitam yang ada di Amerika Serikat. Tidak hanya pada kepribadian para individu musisi tersebut saja melainkan juga ada gaya hidup dan juga ada gaya pakaian yang mereka akan kenakan sehari-hari. Fenomena yang terjadi tersebut menunjukkan bahwa bagaimana sebuah genre yang ada pada musik telah mengubah psikologis dari setiap individu yang ada pada seluruh pelaku dalam dunia musik yang ada di dunia sekarang ini. Hal tersebut yang kemudian yang menghasilkan sebuah kelompok-kelompok sosial yang kecil yang sudah memiliki identitasnya masing-masing dan juga hal tersebut yang telah melekat pada diri mereka akibat dari genre yang ada pada musik tersebut.